Kamis, 25 Agustus 2011

Tampang Tua

Sebagai pembukaan, aku punya pertanyaan:

"Apakah saya kelihatan tua?"

Agak konyol memang. Awalnya aku tidak ambil pusing, tapi lama-lama... Ahh~ :(

Biar ngerti, saya mau cerita dulu nih.

Kamis, 11 Agustus 2011 @ Masjid Sektor Sembilan Bintaro

Aku, Dea, Alifa, April, dan Talitha mau minta izin mabit di sini. Setelah itu, kami ikut sholat Ashar berjama'ah. Aku sholat di samping kiri seorang Ibu yang tak kukenal, sementara Alifa, Dea, dan April di samping kiriku.

Setelah sholat, aku bersalaman (dalam bahasaku: salim) dengan Ibu itu.
Ibu itu bertanya padaku:

"Santri di mana, mbak? Anak kuliah, ya?"

Aku sedikit terkejut (bengong sebentar), lalu menjawab.

"Eh? Saya masih SMP, Bu."
"Ooh..."

Jujur saja aku malah senang, karena berarti aku bisa bersikap dewasa. Tapi begitu kuceritakan pada yang lain, mereka tertawa terbahak-bahak dan berseru:

"Tampang tua!" sambil menunjukku. Jadi sedih (wkwkwk)

Ini baru yang pertama. Ada lagi nih.


Selasa, 23 Agustus 2011 @ depan Pos Satpam Komplek

Aku sedang menemani Alia (my little sister) jalan-jalan. She was soo excited.
Tiba-tiba Pak Satpam datang dengan motor. Setelah turun, beliau tersenyum pada kami. Aku balas tersenyum.
Beliau bertanya tiba-tiba, sambil menunjuk Alia:

"Anaknya sampeyan?"

JLEB!
Sungguh, dalem banget. Aku terdiam sebentar, lalu menjawab,

"Bu-bukan, adik saya..."
"Ooh..."

Ternyata masih belum cukup. Sedihnya, masih ada satu lagi.


Selasa, 23 Agustus 2011 @ Masjid At-Tawwab (Al-Bayan Islamic School)

Ada acara Ifthor Jama'i di sekolah Musyaffa', dan kami sekeluarga sekalian mau ke Giant setelah mengantarnya ke sekolah. Waktu Ashar tiba tak lama setelah kami sampai di sana, jadi kami ikut sholat berjama'ah di masjid ini.

Adzan Ashar sudah berkumandang, jama'ah mulai berdatangan. Aku sedang menemani Alia jalan-jalan keliling masjid. Dan seorang anak perempuan berbaju putih menghampiri kami.

Dia gemes banget sama Alia, dia senyum dan sambil mendekap Alia, di bertanya padaku:

"Tante, ini adiknya siapa?"

JLEEBB..........

Aku kesal, tapi mau bagaimana lagi. Aku jadi salah tingkah dan refleks menjawab "adikku". Padahal aku tahu maksudnya 'siapa' itu, yaa, siswa Al-Bayan.

Setelah mendengar jawabanku, sepertinya dia merasa bersalah. Lalu dia berkata, "ooh, Kakak sudah SMP, ya."

Kurasa dia berusaha menghiburku. Setelah itu, dia menggendong Alia dengan senang. Setelah itu, dia bertanya padaku:


"Tan-- Kakak nggak sholat?"

Duh, sesulit itukah memanggilku 'kakak'?

Yah~ begitulah.
Kejadian ini terjadi bertubi-tubi, dan membuatku heran.

Mungkin tampangku memang tua... *pasrah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar