(Assalamu'alaikum...)
Hiks...
Hiks...
Hikss...
Huwaaaaaaaaaaa~! TT_TT
*gaje mode: on*
Sebelum mulai curhat, saya mau menceritakan... hmm... 'kejadian' di perpustakaan SMPIP Baitul Maal, pada hari Sabtu tgl 21 Mei 2011.
Saya: "April, 'Our Story'-ku masih di kamu?"
April: "Eh? Nggak ada di aku, kok.
Kalau nggak salah, waktu kita ke 'Pecel Pincuk Godong Ijo', setelah kamu kasih ke aku, ada seseorang yang minjem (mau liat) di ayunan."
Saya: "Terus...."
April: "Setelah itu, dia nggak ngasih aku lagi... Siapa, ya..? Aku lupa..."
Saya: *wajah setengah mau nangis*
Jangan-jangan ketinggalan di ayunan itu??
Huu... Huu... Huu...
"Our Story".
Novel karangan Orizuka-sensei yang merupakan novel remaja pertama yang kupunya.
Hilang?
Atau ada di tangan orang yang tidak bertanggungjawab sehingga tidak mengembalikannya padaku? Atau setidaknya pada April?
Haruskah hilang?
Meski terbilang cukup tipis untuk sebuah novel, tapi... tapi... aku suka ceritanya. Kenapa harus hilang?
Aku mohon, kepada siapapun yang mengetahui keberadaannya:
Tolong kembalikan "Our Story" kepadaku. Atau setidaknya...
Biarkan aku melihat keadaannya untuk sebentaaar saja... :'(
(Wassalamu'alaikum)
Sabtu, 21 Mei 2011
Selasa, 17 Mei 2011
Sepulang Supercamp
Assalamu'alaikum, annyeonghaseyo~! ^^/
Saya mau sharing mengenai 'kehidupan' saya setelah Supercamp. Hmm, karena 'transit' (yah.. bahasanya dicakepin dikit lah ;P ) di pom bensin selama 30 menit, kami AKHIRNYA sampai di sekolah tercinta, SMPIP Baitul Maal, sekitar jam setengah sebelas malam Waktu Indonesia Barat.
"Bangun, bangun! Sudah sampai!"
Seruan Bu Anis, Bu Ayu, dan Pak Edy berhasil membangunkanku.
"Ireona, ppali ireona!"
Rupanya tidurku cukup nyenyak. Aku nggak pusing maupun pegal-pegal. Aku langsung mencari-cari sepatu, memakainya, dan turun dari tronton Angkatan Laut yang jadi kendaraan kebanggaan Supercamp. Lapangan sekolah sudah ramai akan orangtua/wali murid yang datang untuk menjemput. Aku mencari-cari Abi, dan refleks memegang kepala. Begitu mendapati slayer di kepala, mataku melebar dan langsung melepasnya, malu diliat orang (ge-er amat?).
Aku mengamati guru-guru dan beberapa murid yang sibuk menurunkan barang. Bingung mau ngapain. Akhirnya aku mendekati Bu Endang, Bu Asnah, dan Bu Rina, hendak mengambil teh jatahku. Setelah menghangatkan diri dan bertemu Abi, aku mencari-cari barangku. Repot banget... Aku meletakkan tikar Wafa di TU, meletakkan bungkusan kado di loker, mulak-balik mencari barang. Aku capek, tapi nggak boleh egois memikirkan diriku sendiri. Abi menungguku, jadi aku harus cepat.
Setelah akhirnya masuk ke mobil, tidak lama setelah perjalanan pulang dimulai, aku tertidur. Sampai rumah jam setengah 12 malam. Bukannya tidur, aku langsung merapikan barang-barangku. Menaruh baju-baju kotor di ember, mengeluarkan sisa snack dari ransel, pokoknya samapi ranselku kosong. Kemudian aku masuk ke kamar mandi membawa ember baju kotor, dan langsung menggosoknya. Yang kupikirkan hanya untuk segera menyelesaikan urusan barang, biar bisa tidur pulas esok hari. Jam 2 dini hari, aku keluar dari kamar mandi (tentunya dalam keadaan sudah mandi), tapi belum menyelesaikan urusan baju kotor. Baju kotor masih menumpuk, tapi aku sudah mencuci sepatu yang luar biasa kotor.
Ummi sudah bangun dan bertanya padaku, "kamu jadi mau ikut, tidak? Kalau tidak, kamu sendirian di rumah." Oh, no. Musyaffa' memang sedang menginap di rumah Oma, jadi sekarang dia tidak ada di rumah. Aku mau ikut... Hanya itu yang kupikirkan. Bukannya takut sendirian, tapi aku kangen sama Alia, si bungsu yang sudah 3 hari tidak kujumpa. Alasan konyol, bukan? Karena tidak merasa ngantuk, aku langsung berpakaian dan tidak lama kemudian, Kak Amalia dan Kak Aisyah beserta keluarga datang ke rumahku.
Ya, hari itu, Sabtu tanggal 7 Mei 2011, adalah hari tes masuk IC, yang berlokasi di MAN 2 Serang. Abi, Ummi, Alia, aku, Mbak Fildzah, berangkat bareng Kak Amalia, Ummu Kak Amalia, Kak Aisyah, dan Ummu Kak Aisyah. Lokasinya cukup jauh, jadi saya bisa tidur di perjalanan, hehehe :D
Selama menunggu tes yang berlangsung hampir 12 jam itu, saya dan keluarga (kecuali Kak Fil) istirahat di hotel mini yang namanya saya lupa (parah.com). Begitu lihat tempat tidur, Alia senang bukan main. Kayaknya dia sudah sangat lelah, sampai senang begitu (_ _)a
Di hotel, saya tidur 3 jam.
Di perjalanan pulang, Kak Mamal sibuk mendengarkan lagu Korea dengan headset-nya. Meski sebenarnya musiknya bisa terdengar sampai saya yang cukup jauh dari Kak Mamal. Aku sempat cerita soal Supercamp tahun ini, dan kami berempat jadi sibuk ngobrol. Yah, tentu saja semua penghuni mobil pasti bisa mendengar obrolan kami. Seneng juga, saya jadi nggak tidur.
Hmm... Kalau dijumlahkan, saya tidur selama 12 jam. Pergi nggak pergi, sama saja, kan? Wkwkwk :P
Hm, rasanya curhat saya cukup sekian. Sampai bertemu di lain kesempatan,
Wassalamu'alaikum.
Saya mau sharing mengenai 'kehidupan' saya setelah Supercamp. Hmm, karena 'transit' (yah.. bahasanya dicakepin dikit lah ;P ) di pom bensin selama 30 menit, kami AKHIRNYA sampai di sekolah tercinta, SMPIP Baitul Maal, sekitar jam setengah sebelas malam Waktu Indonesia Barat.
"Bangun, bangun! Sudah sampai!"
Seruan Bu Anis, Bu Ayu, dan Pak Edy berhasil membangunkanku.
"Ireona, ppali ireona!"
Rupanya tidurku cukup nyenyak. Aku nggak pusing maupun pegal-pegal. Aku langsung mencari-cari sepatu, memakainya, dan turun dari tronton Angkatan Laut yang jadi kendaraan kebanggaan Supercamp. Lapangan sekolah sudah ramai akan orangtua/wali murid yang datang untuk menjemput. Aku mencari-cari Abi, dan refleks memegang kepala. Begitu mendapati slayer di kepala, mataku melebar dan langsung melepasnya, malu diliat orang (ge-er amat?).
Aku mengamati guru-guru dan beberapa murid yang sibuk menurunkan barang. Bingung mau ngapain. Akhirnya aku mendekati Bu Endang, Bu Asnah, dan Bu Rina, hendak mengambil teh jatahku. Setelah menghangatkan diri dan bertemu Abi, aku mencari-cari barangku. Repot banget... Aku meletakkan tikar Wafa di TU, meletakkan bungkusan kado di loker, mulak-balik mencari barang. Aku capek, tapi nggak boleh egois memikirkan diriku sendiri. Abi menungguku, jadi aku harus cepat.
Setelah akhirnya masuk ke mobil, tidak lama setelah perjalanan pulang dimulai, aku tertidur. Sampai rumah jam setengah 12 malam. Bukannya tidur, aku langsung merapikan barang-barangku. Menaruh baju-baju kotor di ember, mengeluarkan sisa snack dari ransel, pokoknya samapi ranselku kosong. Kemudian aku masuk ke kamar mandi membawa ember baju kotor, dan langsung menggosoknya. Yang kupikirkan hanya untuk segera menyelesaikan urusan barang, biar bisa tidur pulas esok hari. Jam 2 dini hari, aku keluar dari kamar mandi (tentunya dalam keadaan sudah mandi), tapi belum menyelesaikan urusan baju kotor. Baju kotor masih menumpuk, tapi aku sudah mencuci sepatu yang luar biasa kotor.
Ummi sudah bangun dan bertanya padaku, "kamu jadi mau ikut, tidak? Kalau tidak, kamu sendirian di rumah." Oh, no. Musyaffa' memang sedang menginap di rumah Oma, jadi sekarang dia tidak ada di rumah. Aku mau ikut... Hanya itu yang kupikirkan. Bukannya takut sendirian, tapi aku kangen sama Alia, si bungsu yang sudah 3 hari tidak kujumpa. Alasan konyol, bukan? Karena tidak merasa ngantuk, aku langsung berpakaian dan tidak lama kemudian, Kak Amalia dan Kak Aisyah beserta keluarga datang ke rumahku.
Ya, hari itu, Sabtu tanggal 7 Mei 2011, adalah hari tes masuk IC, yang berlokasi di MAN 2 Serang. Abi, Ummi, Alia, aku, Mbak Fildzah, berangkat bareng Kak Amalia, Ummu Kak Amalia, Kak Aisyah, dan Ummu Kak Aisyah. Lokasinya cukup jauh, jadi saya bisa tidur di perjalanan, hehehe :D
Selama menunggu tes yang berlangsung hampir 12 jam itu, saya dan keluarga (kecuali Kak Fil) istirahat di hotel mini yang namanya saya lupa (parah.com). Begitu lihat tempat tidur, Alia senang bukan main. Kayaknya dia sudah sangat lelah, sampai senang begitu (_ _)a
Di hotel, saya tidur 3 jam.
Di perjalanan pulang, Kak Mamal sibuk mendengarkan lagu Korea dengan headset-nya. Meski sebenarnya musiknya bisa terdengar sampai saya yang cukup jauh dari Kak Mamal. Aku sempat cerita soal Supercamp tahun ini, dan kami berempat jadi sibuk ngobrol. Yah, tentu saja semua penghuni mobil pasti bisa mendengar obrolan kami. Seneng juga, saya jadi nggak tidur.
Hmm... Kalau dijumlahkan, saya tidur selama 12 jam. Pergi nggak pergi, sama saja, kan? Wkwkwk :P
Hm, rasanya curhat saya cukup sekian. Sampai bertemu di lain kesempatan,
Wassalamu'alaikum.
"FATE"
Assalamu'alaikum~! :D
Akhirnya tiba juga... My come back! :D (baru datang udah lebay)
Kali ini saya akan mengungkapkan sedikit pendapat saya mengenai sebuah novel. Yaa, kali-kali saya nge-review buku :P And here's the book:
Judul buku : FATE
Pengarang : Orizuka
Penerbit : Authorized Books
Tebal buku : 293 halaman
Akhirnya saya baca novel remaja Indonesia bernuansa Korea Selatan lagi. Setelah membaca "SeoulMate"-nya Lia Indra Andriana sensei, saya membaca "FATE" ini. Sebenarnya saya sudah mencari buku ini sejak membaca resensi Frey-san. Jeongmal kamsahamnida~! m(_ _)m
Setelah membaca resensi tsb., saya jadi penasaran dan mau beli. Sebenarnya saya juga menginginkan novel Orizuka-sensei yang bernuansa Jepang, "Fight for Love!". Tapi ndak ketemu-ketemu... -,- yah, mungkin bukan jodoh (lho??!). Hehehe
Pertemuan kami (saya dan FATE) berawal di toko buku terbesar di Asia Tenggara: Gramedia Matraman. Aku memasuki wilayah komik, novel, dsb. Dan begitu melihat novel ini, saya terpaku melihat novel pinky yang rasanya familiar itu. Dan perlahan mendekati dan mengambil satu dari sedikit koleksi novel yang sama. Begitu mengambil novel pinky itu, ternyata rak buku itu bergeser membentuk pintu rahasia! Lho, kok jadi begitu? Gomen gomen, saya lagi suka berimajinasi, maklum lah, anak muda (masa', sih?! -_-)
Oke, back to serious mode.
Saya juga menemukan novel Orizuka-sensei yang lain, seperti "17 Years of Love Song", "The Truth About Forever", "Our Story" (yang ini saya sudah punya ^^), tapi... nggak ada "Fight for Love". Sedihnya... saya langsung mewek. Tapi ndak papa, ada "FATE" sudah cukup.
Selama libur UN kemarin, saya lagi mooooood banget baca novel. Sayangnya, nggak ada yang bisa kubaca. Nah, setelah membeli FATE di hari Ahad, 24 April 2011 kemarin, mood baca novel saya meredup (ce'ilah). Makanya, proses membaca novel ini, tuh, lamaaaa banget. Masa' saya baru selesai baca hari Ahad, 15 Mei kemarin? Makan waktu 3 pekan! WOW.
Dan setelah selesai membaca FATE, saya nggak nyesel beli! Keren banget!
Selain cerita romansa-nya yang ku suka, yang bikin kaget, saya juga suka kekeluargaannya. Tumben benget saya suka hubungan kakak-adik (eits, sesama cowok, lho), seperti Jang Min Ho dan Jang Min Hwan. Yup, nama kedua tokoh utama ini diambil dari nama Choi Min Ho (SHINee) dan Choi Min Hwan (FT Island). Pokonya, saya suka banget sama novel ini, karena selain ceritanya yang seru, juga menambah kosakata bahasa Korea saya. Terima kasih banyak, Orizuka-sensei! m(_ _)m
Bagi yang penasaran, here's the official synopsis:
Kalau mau tahu lebih jauh, baca sendiri, ya! Hehehe.
Hari Ahad kemarin, saking serunya membaca novel ini, saya maksa baca di mobil gelap-gelap, dengan penerangan HP. Wkwkwk, jadi dimarahin Ummi, deh... :P
NB: saya dapat emoticon baru dari Orizuka-sensei: m(_ _)m
Hehehe, izin pakai, ya, Orizuka-sensei? ;)
So, cukup sekian dari saya. Hmm, terakhir, saya suka cerita romansa di novel FATE ini karena saya memang suka cerita percintaan. Eit, tapi saya nggak mengharapkan keadaan ini ada di dunia nyata, lho! Fiction only!
Kamsahamnida, jeongmal jweisonghamnida atas kekurangannya. annyeong~! \^^/ (akhirnya ngikutin NS Yoon-ji)
(maaf, bahasa Korea saya masih ngaco)
Wassalamu'alaikum.
Akhirnya tiba juga... My come back! :D (baru datang udah lebay)
Kali ini saya akan mengungkapkan sedikit pendapat saya mengenai sebuah novel. Yaa, kali-kali saya nge-review buku :P And here's the book:
Judul buku : FATE
Pengarang : Orizuka
Penerbit : Authorized Books
Tebal buku : 293 halaman
Akhirnya saya baca novel remaja Indonesia bernuansa Korea Selatan lagi. Setelah membaca "SeoulMate"-nya Lia Indra Andriana sensei, saya membaca "FATE" ini. Sebenarnya saya sudah mencari buku ini sejak membaca resensi Frey-san. Jeongmal kamsahamnida~! m(_ _)m
Setelah membaca resensi tsb., saya jadi penasaran dan mau beli. Sebenarnya saya juga menginginkan novel Orizuka-sensei yang bernuansa Jepang, "Fight for Love!". Tapi ndak ketemu-ketemu... -,- yah, mungkin bukan jodoh (lho??!). Hehehe
Pertemuan kami (saya dan FATE) berawal di toko buku terbesar di Asia Tenggara: Gramedia Matraman. Aku memasuki wilayah komik, novel, dsb. Dan begitu melihat novel ini, saya terpaku melihat novel pinky yang rasanya familiar itu. Dan perlahan mendekati dan mengambil satu dari sedikit koleksi novel yang sama. Begitu mengambil novel pinky itu, ternyata rak buku itu bergeser membentuk pintu rahasia! Lho, kok jadi begitu? Gomen gomen, saya lagi suka berimajinasi, maklum lah, anak muda (masa', sih?! -_-)
Oke, back to serious mode.
Saya juga menemukan novel Orizuka-sensei yang lain, seperti "17 Years of Love Song", "The Truth About Forever", "Our Story" (yang ini saya sudah punya ^^), tapi... nggak ada "Fight for Love". Sedihnya... saya langsung mewek. Tapi ndak papa, ada "FATE" sudah cukup.
Selama libur UN kemarin, saya lagi mooooood banget baca novel. Sayangnya, nggak ada yang bisa kubaca. Nah, setelah membeli FATE di hari Ahad, 24 April 2011 kemarin, mood baca novel saya meredup (ce'ilah). Makanya, proses membaca novel ini, tuh, lamaaaa banget. Masa' saya baru selesai baca hari Ahad, 15 Mei kemarin? Makan waktu 3 pekan! WOW.
Dan setelah selesai membaca FATE, saya nggak nyesel beli! Keren banget!
Selain cerita romansa-nya yang ku suka, yang bikin kaget, saya juga suka kekeluargaannya. Tumben benget saya suka hubungan kakak-adik (eits, sesama cowok, lho), seperti Jang Min Ho dan Jang Min Hwan. Yup, nama kedua tokoh utama ini diambil dari nama Choi Min Ho (SHINee) dan Choi Min Hwan (FT Island). Pokonya, saya suka banget sama novel ini, karena selain ceritanya yang seru, juga menambah kosakata bahasa Korea saya. Terima kasih banyak, Orizuka-sensei! m(_ _)m
Bagi yang penasaran, here's the official synopsis:
Jang Min Ho dan Jang Min Hwan.
Dua putra Keluarga Jang yang terpisah selama bertahun-tahun, sekarang harus bertemu kembali untuk mendengarkan wasiat ayah mereka yang telah meninggal dunia.
Jang Min Ho, terlahir sebagai anak dari istri yang sah, hidup serba berkecukupan di Indonesia. Sementara itu, Jang Min Hwan terlahir sebagai anak dari seorang pelacur, hidup susah di Korea.
Demi mendapat segala kekayaan Keluarga Jang di Indonesia, dua putra Keluarga Jang harus memnuhi segala permintaan ayah mereka di dalam surat wasiat, termasuk tinggal bersama di rumah Keluarga Jang. Rasa dendam, sakit hati, dan masa lalu yang pedih membuat kedua kakak-beradik ini lebih mirip seperti orang asing.
Kehadiran Dena, anak gadis kepala pelayan yang juga adalah teman masa kecil mereka, berhasil membuat mereka kembali bersatu. Tapi di saat mereka akhirnya merasa sudah mampu melewati masa itu, ternyata nasib berkata lain.
Nasib.
Ketetapan Tuhan.
Sesuatu yang tidak bisa diubah dengan tangan manusia.
Bagaimana Jang Min Ho dan Jang Min Hwan menghadapi nasib mereka? Sanggupkah mereka mengubahnya?
Kalau mau tahu lebih jauh, baca sendiri, ya! Hehehe.
Hari Ahad kemarin, saking serunya membaca novel ini, saya maksa baca di mobil gelap-gelap, dengan penerangan HP. Wkwkwk, jadi dimarahin Ummi, deh... :P
NB: saya dapat emoticon baru dari Orizuka-sensei: m(_ _)m
Hehehe, izin pakai, ya, Orizuka-sensei? ;)
So, cukup sekian dari saya. Hmm, terakhir, saya suka cerita romansa di novel FATE ini karena saya memang suka cerita percintaan. Eit, tapi saya nggak mengharapkan keadaan ini ada di dunia nyata, lho! Fiction only!
Kamsahamnida, jeongmal jweisonghamnida atas kekurangannya. annyeong~! \^^/ (akhirnya ngikutin NS Yoon-ji)
(maaf, bahasa Korea saya masih ngaco)
Wassalamu'alaikum.
Langganan:
Postingan (Atom)
